Seberapa
pantaskah....
Aku jadi inget kata-kata
mbak “LL” sewaktu ada forum sharing di kampus. Tentang bagaimana cara kita “MEMANTASKAN
DIRI KITA”. Memantaskan diri itu seperti apa sih? akupun juga masih belajar dan
belajar untuk memantaskan diri, memantaskan diri di hadapan Allah dan orang
disekitarku. Simplenya gini deh, saat kita menyukai seseorang misalnya, bukan
seberapa besar rasa sukamu, bukan seberapa lama kamu menyukainya, bukan
seberapa “klik” kamu dengan orang itu, sampai-sampai kamu berpikir dia adalah
jodohmu karena banyak kesamaan atau karena kesamaan dalam berpikirlah hobi atau
hal lainnya, bukan seperti itu. Seberapa pantas kita buat
orang yang kamu sayangi, kata “seberapa pantas” mungkin kedengarannya sedikit
kasar atau sombong, tapi konotasinya gak kayak gitu. Seberapa pantas kita untuk
orang yang kita sayangi, bukan seberapa pantas orang itu untuk kita. Coba deh
kita bercermin pada diri kita sendiri, pantas gak kita menyukai seseorang yang “baik”
itu sementara diri kita seperti ini. Pola pikir kita belum dewasa saat kita
bilang dengan santainya kita pantas untuk orang itu. Jangan bersikap egois
dengan bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Memantaskan diri kita dengan cara
kamu sendiri, dengan melihat seberapa “baik” hati, attitude, moral, pola pikir
kita hingga kita benar-benar yakin kita pantas untuk orang itu. Memantaskan diri di hadapan Allah bahkan jauh
lebih berat daripada kita memantaskan diri untuk orang disekitar kita. Di
hadapanNya kita hanyalah makhluk yang sangat kecil, yang namanya manusia pasti
gak pernah puas hingga kita selalu meminta dan meminta. Sebelum meminta pun
kita harus bertanya pada diri kita sendiri “apakah aku pantas meminta sesuatu
sementara ibadahku masih belum sempurna, perkataanku masih ingkar, perilakuku
masih jauh dari kebenaran”. Akan lebih baik kita sebagai makhlukNya jika
kehidupan itu seimbang, seimbang dalam rohani dan jasmani, belajar memperbaiki
segalanya mulai dari menata hati, moral, perilaku, dan pola pikir menjadi lebih
baik dan lebih baik lagi. Menjadi lebih baik butuh waktu dan proses, bahkan
dalam proses itu akan ada banyak halangan tetapi Allah tidak akan memberi
cobaan diluar batas kemampuan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar