MY FAVORITE

MY FAVORITE
B1A4

Senin, 08 Juli 2013




Seberapa pantaskah....
Aku jadi inget kata-kata mbak “LL” sewaktu ada forum sharing di kampus. Tentang bagaimana cara kita “MEMANTASKAN DIRI KITA”. Memantaskan diri itu seperti apa sih? akupun juga masih belajar dan belajar untuk memantaskan diri, memantaskan diri di hadapan Allah dan orang disekitarku. Simplenya gini deh, saat kita menyukai seseorang misalnya, bukan seberapa besar rasa sukamu, bukan seberapa lama kamu menyukainya, bukan seberapa “klik” kamu dengan orang itu, sampai-sampai kamu berpikir dia adalah jodohmu karena banyak kesamaan atau karena kesamaan dalam berpikirlah hobi atau hal lainnya, bukan seperti itu.                                                                                                           Seberapa pantas kita buat orang yang kamu sayangi, kata “seberapa pantas” mungkin kedengarannya sedikit kasar atau sombong, tapi konotasinya gak kayak gitu. Seberapa pantas kita untuk orang yang kita sayangi, bukan seberapa pantas orang itu untuk kita. Coba deh kita bercermin pada diri kita sendiri, pantas gak kita menyukai seseorang yang “baik” itu sementara diri kita seperti ini. Pola pikir kita belum dewasa saat kita bilang dengan santainya kita pantas untuk orang itu. Jangan bersikap egois dengan bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Memantaskan diri kita dengan cara kamu sendiri, dengan melihat seberapa “baik” hati, attitude, moral, pola pikir kita hingga kita benar-benar yakin kita pantas untuk orang itu.  Memantaskan diri di hadapan Allah bahkan jauh lebih berat daripada kita memantaskan diri untuk orang disekitar kita. Di hadapanNya kita hanyalah makhluk yang sangat kecil, yang namanya manusia pasti gak pernah puas hingga kita selalu meminta dan meminta. Sebelum meminta pun kita harus bertanya pada diri kita sendiri “apakah aku pantas meminta sesuatu sementara ibadahku masih belum sempurna, perkataanku masih ingkar, perilakuku masih jauh dari kebenaran”. Akan lebih baik kita sebagai makhlukNya jika kehidupan itu seimbang, seimbang dalam rohani dan jasmani, belajar memperbaiki segalanya mulai dari menata hati, moral, perilaku, dan pola pikir menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Menjadi lebih baik butuh waktu dan proses, bahkan dalam proses itu akan ada banyak halangan tetapi Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan manusia.                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar