" Bahagia itu sederhana......
Dengan
apa kita akan berjalan, bicara, menjamah, mendengar, melihat, dan merasa
sementara jiwa kita masih terisi dengan kesombongan, dan ketidakpedulian.
KebesaranMu pasti sungguh indah pada
waktunya. Mengikuti alur cerita sesuai skenario kehidupan yang Engkau rancang
dengan rasa syukur. Mungkinkah dengan seperti itu kita akan berjalan dengan
tujuan sampai pada satu titik kehidupan, bicara dengan tanpa ada kata dusta,
menjamah dengan sentuhan yang bersahaja, mendengar dengan gendang suara yang
menyejukkan sukma, melihat dengan mata akan indahnya dunia rancanganNya, dan merasa
dengan hati yang masih putih. Saat itu pulakah kita akan yakin bahwa “Bahagia itu sederhana”.
Bahagia itu sederhana
saat manusia merindukan belaian kalbu saat menyebut namaMu ya Allah. Begitu
agung dan sucinya kasih sayangMu. Terimakasih telah hadir disetiap hembusan
nafasku, meyelipkan butiran darah disetiap nadi kehidupanku. Ku mohon Engkau
selalu ada dan menuntunku ke jalanMu. Amin.
Bahagia
itu sederhana dan terasa sempurna saat seorang manusia menuturkan rasa sayang
kepada orang tua, sahabat, teman, dan yang lainnya. Aku pun demikian.....
Bahagia
itu sederhana...itu menurutku, bahkan saat kita tersenyum dan
mengucapkan syukur itu termasuk suatu kebahagiaan, bertemu keluarga,
sahabat, teman, itu kebahagiaan juga, dan kebahagiaan yang sesederhana itu akan terasa begitu sempurna saat aku mengatakan kalimat ini...
Aku menyayangi kedua orang tuaku karena Allah...aku pun akan meyayangimu karena Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar